Tampilkan postingan dengan label Serba Serbi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Serba Serbi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 Mei 2012

Malang Tempo Doeloe VII (2012)





































Festival malang kembali 2012 telah selesai dilaksanakan, dari tanggal 24 - 27 mei 2012. Berlokasi di jalan Ijen kota malang. Acara berlangsung dengan sukses,  mengusung tema World Heritage Site. Beragam acara disuguhkan disana, mulai dari musik gambus, dagelan, kroncong, parade tari anak2, wayangan, dolanan, ludruk, dan masih banyak lagi yang lain. Tentunya semua mengusung tentang kebudayaan asli Indonesia, kususnya yang ada di Malang. Tidak hanya dari malang raya saja para pengunjungnya, tetapi dari berbagai kota ditanah air dan luar negeri. Berbagai stand berjajar dengan desain dan keunikan masing2, melintasi sepanjang jalang ijen, sampai simpang balapan. Makanan, minuman, jajanan, pakaian batik, restouran, hiburan, jasa, perkantoran, sampai stand antik menghiasi setiap ruas jalan. 

Memang, acara yang digelar setiap setahun sekali membuat orang ingin bernostalgia dengan memorinya. Menikmati, arbanat, es gandoel, roti moho, bledus, horog-horog......ketan, permen glali, layar tancap, sepeda onthel, motor dan mobil kuno. Semua ada disana. Sungguh indah menikmati kekaguman seseorang ketika menemui benda yang sudah lama tidak dijumpai tetapi masih ada dan terawat sampai sekarang. Wuih....sek onok yo radio koyok ngene,.....antik,....apik,.....muni maneh.....(wuih....masih ada ya radio...yang seperti ini,....antik,...bagus,....bunyi lagi) celetuk seorang bapak kepada temanya,ketika mampir di stand saya.
Semua tidak lepas dari masa lalu, ketika kita membayangkan masih duduk di bangku SD, mandi di kali, makan jajanan pasar, main petak umpet, atau yang kaya, sudah main robot2an. semua masih terbaca jelas, ketika kita berada dimalang tempoe doeloe yang dikelilingi berbagai benda dari masa lalu, tetapi setelah kita sadari, kita sudah dewasa, atau bahkan sudah menjadi kakek nenek yang mempunyai anak, cucu. Nikmat rasanya ketika kita sedikit kembali mengenang tentang masa lalu kita yang tanpa beban. Sedikit obat untuk penghilang stres walau hanya sementara ialah memandang barang kuno kesayangan anda......cobalah.

Hiruk pikuk masyarakat terjadi dari pagi hingga dini hari, rasanya tidak ada matinya jalan ijen ketika ada pagelaran malang tempoe doeloe, bila dibandingkan dengan  hari2 biasa. Andong, dan kendaraan kuno lainya hilir mudik mengangkut para penumpang yang inign menikmati pemandangan tanpa harus berjalan kaki. Untuk melepas lelah, panitia sudah menyiapkan stand2 makanan dan minuman dengan menu tempoe doeloe......untuk mengabadikan acara ini, jeprat jepretpun hampir selalu menghiasi satiap stand dan barang2 jadul. Lihatlah aksi2 unik dari para pengunjung,...semua menunjukkan kepiawaian dalam berakting. Tidakkah anda ingin melalukan hal yang sama?.........
Malang tempoe doeloe sudah berkhir, harapan dagangan laku banyak hahahaha.....(terkabul)
Berharap acara ini bermanfaat bagi kita semua, tidak hanya mengenang tentang masa lalu tetapi bagaimana kita ikut melestarikan semua aspek yang ada didalamnya walau hanya sedikit. Bangsa yang besar ialah bangsa yang merhargai budayanya.

Terimakasih atas kunjungan teman2 blogger...ke Festival Malang Kembali 2012
Terimakasih Kepada Keluarga, Anak, Istri, Sahabat, Adik, dan masyarakat yang ikut mensuport acara ini
Trimakasih juga untuk Kios Jadul, Abu Art Shop, Nanang Antik, Juru Genset Handoko...dll....


Rabu, 20 Juli 2011

Malang Tempoe Doeloe VI



Pagelaran malang tempoe sungguh dinanti nanti oleh segenap warga malang raya dan masyarakat luar kota yang megetahui tentang acara ini. Begitu juga bagi segenap peserta yang meramaikannya. H-1 suasana di jalan ijen sudah mulai ramai oleh peserta yang mendekorasi setiap stand yang di sewa, begitu juga dengan saya. Menempati salah satu stand di pasar kliwon dengan luas 3x6, saya mulai menata dagangan. Sebelumnya, mas Marna, rekan seperjuangan dari Kediri, sudah siap dengan dagangan spare part, dan sepeda onthelnya. Karena barang yang dibawa cukup banyak, saya baru bisa menyelesaikan pada hari H.

Hari ke 1
Pagi hari pada hari pertama, (kami), khususnya para pedagang barang antik sangat antusias, menunggu datangya para pengunjung, terlebih para calon pembeli barang,  terjadinya transaksi lebih banyak di pagi dan sore hari. Malam hari jarang sekali terjadi transaksi karena terlalu banyak pengunjung yang memadati setiap ruas jalan dan stand, sehingga kurang bisa untuk menikmati setiap barang.

hari pertama pendapatan tidak sesuai target, karena si hujan, turun dengan tiba-tiba. Sebenarnya saya tidak mengundangnya, tapi apa boleh buat, mereka turun secara beramai ramai....akhirnya saya membiarkan beberapa barang saya untuk berhujan-hujan ria. Sementara rekan saya menyelamatkan beberapa dagangan yang basah, supaya barangnya tidak tambah berkarat, walaupun kami lebih suka pada benda-benda berkarat yang lebih sering menghasilkan banyak uang hahahaha....

Hari ke 2 ( Beruntung )
malam sudah berganti pagi, suasana yang sejuk membuat pikiran menjadi segar.......waktunya mencari uang, kataku dalam hati, walaupun masih menyimpan kekecewaan pada hari pertama, karena tidak memenuhi target, saya berharap, hari ini dapat hasil yang memuaskan. Banyak orang keluar masuk stand, sekedar bertanya tentang barang, berfoto ria, dan menanyakan alamat rumah, sampai suatu ketika datanglah 2 orang pemuda yang mampir ke stand saya. awalnya hanya melihat, bertanya tentang koleksi, sampai akhirnya memutuskan untuk bertransaksi dengan saya. Barang tidak saya bawa sekarang, tolong dikirim kealamat saya di jakarta kata salah seorang pembeli.  Saya merasa beruntung sekali, setelah bertransaksi dengannya, banyak transaksi selanjutnya yang terjadi, walaupun sekali lagi si hujan turun beramai ramai.....membasahi semua barang yang tak sempat terselamatkan.

Hari ke 3 ( Jalan-Jalan )
menikmati suasana malang tempoe doeloe kurang lengkap, kalau tidak berjalan satu putaran. Banyak sekali stand menarik yang bisa  anda nikmati. dan  penawaran yang menggugah perut. Banyak makanan, dan jajanan tempoe doeloe seperti, glali, empoet, arbanat, gulo kacang, pecel, soto dan masih banyak lagi yang lainnya. sementara itu bangunan benteng malang yang didirikan sekitan tahun 1700an juga di hadirkan pada acara ini.

Hari ke 4 ( Penutupan )
Tak terasa, kami sudah berada di penghujung acara, sepertinya waktu begitu cepat berlalu ketika kita dalam kondisi sering bertransaksi (hehehe).......rasanya ingin menjual, menjual dan menjual........suasana begitu terasa seperti kembali ke jaman kolonial ketika kita hanya menjumpai bangunan kuno, kendaraan, orang berpakaian kuno dan semua yang berbau kuno...rasanya damai..........tapi melihat kondisi sekarang ini banyak sekali bangunan bersejarah yang sudah beralih menjadi pertokoan, kami berharap banguna yang masih tersisa agar bisa dipertahankan. Mohon pemerintah di daerah menerbitkan perda untuk melindungi bangunan bersejarah......Kembali ke Malang Tempoe Doeloe........ hari semakin malam....waktu kami semakin mendekati penghabisan....banyak pengunjung yang masih menikmati suasana malam, tetapi kami harus segera mulai berkemas, karena besok pagi kondisi jalan harus sudah bersih.

Malang tempoe doloe adalah salah satu sarana kita untuk mengingat kembali salah satu sejarah yang pernah berada di malang, sarana rekreasi dan pembelajaran secara langsung, bagi kita dan warga masyarakat. sampai bertemu kembali di acara malang tempoe doeloe selanjutnya....

Trimakasih kepada rekan rekan, dan keluarga saya yang telah membantu suksesnya Retromeneer Gallery pada acara Malang Tempoe Doeloe...